Heavenly Scented Gift

Write to make your life worthy :)

Finding dory

on August 30, 2016

Perasaan udah pernah ngetik soal nonton pelm ini deh tapi kok lenyap ya. Ceritanya, pas ramadhan kemaren kita diajakin nonton finding dory rame-rame sekeluarga, 5 dewasa 3 anak (bukan versi yang judulnya mencari dory). Nontonnya di bassura city, dan dapetnya jam-jam nanggung. Jadilah kita buka puasa di dalem bioskop dengan sebatang bengbeng dan air putih. Tapi habis itu jam setengah 7an udah kelar kok pelmnya jadi tetep bisa sholat magrib dengan cukup tenang, hehe.

Finding dory ini mengisahkan tentang petualangan Dory dalam mencari kedua orangtuanya Charlie dan Jenny. Dari kecil hingga saat ini, Dory mengalami gangguan ingatan jangka pendek (short term memory loss). Hingga suatu saat ketika dewasa sebagian ingatannya muncul kembali. Akhirnya dengan ditemani Nemo dan Marlin, mereka berangkat untuk menelusuri ingatan itu. Tapi di tengah-tengah pencarian ayah-ibunya Dory, Nemo dan Marlin terpisah dengan Dory. Lalu terjadi deh cari-carian antara 2 ekor clownfish (ikan badut kan ya) dan seekor ikan blue tang (apa sih bahasa indonesianya) dengan banyak keikutcampuran dari teman-temannya.

Sebagian isi filmnya tentunya cukup menegangkan untuk anak kecil. Ngga tau sih apakah anak sholeh terlalu menghayati atau bagaimana *spoiler alert*. Di suatu adegan, Dory dan gurita yang bernama Hank nyasar ke kolam sentuh anak. Lalu digambarkan dari sudut pandang kedua hewan laut itu, ada banyak telapak tangan (anak-anak) dengan ukuran besar muncul tiba-tiba dari atas permukaan air langsung membabibuta berusaha menangkap mereka. Di sini anak sholeh ketakutan lalu matanya berurai. Emang sih kalau coba ngebayangin jadi anak kecil mungkin reaksi saya juga sama, hehe. Tapi sehabis adegan itu dan udah berhasil ditenangin, sampai filmnya berakhir doi keliatan excited. Apalagi pas Hank nyetir truk trus truknya nyebur ke laut, seru bener itu kayaknya buat doi.

Ternyata, kata commonsensemedia(dot)org, film finding dory ini direkomendasikan untuk anak usia 6 tahun keatas. Sebenernya sih banyak pesen-pesen positifnya (5 dari 5 poin), tapi dari segi violence & scariness emang lumayan juga (3 dari 5 poin). Kalau menurut saya pribadi, sebenernya mungkin boleh-boleh aja untuk anak 4 tahun, asalkaaan dengan pendampingan penuh dari orangtua. Tapi mungkin (ini baru mungkin doang lho ya) karena nontonnya di bioskop aja dengan sekitar yang gelap, layar yang super besar dan sound effect yang bikin makin tegang. Jadi bikin ketakutannya makin menjadi-jadi. Mungkin kalau nontonnya di tv/laptop di rumah mungkin jadinya biasa aja, hahaha. Tapi orangtuanya kan pengen ngajakin anaknya nonton 21.. kan seruuu, heheee..

Advertisements

One response to “Finding dory

  1. […] akhirnya bocah berani ke bioskop lagi. Rasanya udah lama banget sejak terakhir kita nonton finding dory (ternyata udah 1 taun yang lalu ya). Sempet ngebujukin buat nonton lego batman tapi doi ngga […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: